Peluang Niang yg terkena tiang masih terngiang-ngiang.
Nulis kata dasarnya tulis. Niang kata dasarnya tiang. Hmm, pantesan si Niang demen banget sama tiang. Padahal, kalo tadi ga kena tiang, kalo tadi gol, kalo Niang namanya Nigol, kalo… , kalo…., kalo… Well, i hate “what if”.
Kalah dengan empat gol tanpa balas memang sangat menyesakkan dada, sayap, paha, bahkan ceker (dikira beli ayam). Padahal, kalo Milan ngebales dua gol AJA, Milan lolos ke delapan besar, tetapi saya memilih untuk berhusnudhan, mungkin lagi ga punya pulsa, makanya ga dibales. Woyy, dikira sms.
Actually I have prepared myself for the worst thing that would happen in this game. Tapi, ga setelak ini juga kaleeee. Kalah 0-3 masih oke lah, atau engga 1-4 gitu, lumayan masih ada balesan walopun cuma 1, apalagi kalo 1-3 (hihihi, ngelunjak). Namun, yang terjadi adalah empat gol sodara-sodara, empat gol, bayangkan, angka 4 di papan skor, EMPAT, jumlah maksimal poligami itu. But, if you fear that you cannot do justice, which is not easy to do that, ONE is better for you. Loh, knp jadi kesana? Maklum, lagi terguncang. Suka salah fokus dan lebih sensitif.
Allegri emang jagonya deh nge PHP in. Drawing UCL yg lagi-lagi mempertemukan Milan dengan Barca pun kembali membuat saya jiper. Baahhh, kenapa Barca mulu sih. Baiklah, terima saja. Semoga tidak dibantai. Itu saja harapan saya. Tapi apa yg terjadi sodara-sodara, Milan menang 2-0 di leg pertama. Wohooo, di luar dugaan, prediksi, ekpektasi, ekspedisi, ekstasi, atau apapun itu namanya. Walaupun emang main di San Siro, tapi tetep aja yg dilawan Barca cuy, tim dimana peraih Ballon d’Or ada di dalalamnya, tim yang katanya isinya alien semua. Terlepas dari strategi apa yg dipake. Terlepas dari segala hujatan, cercaaan, dan makian tentang parkir bis, parkir pesawat, dan tembok China, bekal dua gol itu membuat harapan kembali muncul. Permainan Milan di san siro waktu itu emang cukup menjanjikan. Stretegi Allegri dinilai pas untuk meladeni tipe permainan oper sana oper sini dengan statistik ball possesion yg tinggi macam tiki jne yg jadi ciri khasnya Barca. Pokoknya, hasil leg ke-1 bikin semangat nonton leg ke-2. Udah mulai dag dig dug ser dari siang, haha.. Tapi tetep, untuk menghindari hal-hal yg tidak diinginkan, sebelum nonton, barang-barang berharga harus diamankan. Barang-barang pecah belah harus dijauhkan dari jangkauan. Dan, singkat cerita, peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan pun dibunyikan (dengan cara ditiup tentunya). Well, I don’t wanna talk about the game. Sakit hati cuy. Intinya Milan kalah, skornya, emmm udah tau lah ya. Okelah, terima saja dengan lapang dada, paha, sayap, ceker (yaelah, dia beli ayam lagi). At least, this game gives more experience to Milan youngster.
Actually, with the current squad of Milan, I don’t have much expectations for this team. Tim dengan muka dan nama baru yang masih muda belia macam Bojan, El Sharawi, & Niang. Terseret-seret, terseok-seok, terngesot-ngesot, dan tertatih-tatih di awal musim. Its like no hope. Boro-boro Liga Champions, bisa main di Liga Eropa taun depan aja belum tentu. Whoaaa… Tapi apa yg terjadi kemudian sodara-sodara?? Tak disangka tak dinyana, sekarang, sampe tulisan ini saya buat, Milan bertengger aka nangkring di posisi 3 klasemen, sebodo amat selisih berapa poin sama capolista. So, setelah kekalahan ini, fokus sajalah untuk finish di zona Liga Champions. Sukur-sukur bisa menggeser Napoli di posisi kedua, therefore Milan will automatically qualify to the group stage of Uefa Champions League. Yeayy, amin. Urusan nanti segrup sama siapa atau ketemu sama Barca lagi di knock out, nanti sajalah kita pikirkan.
Well, keep calm and let them play. And Niang, would you change your name on your jersey? Maybe, your first name, M’baye, will be better. Hehe.. Engga lah, ga ada hubungannya juga sama nama. Apa yg terjadi memang sudah diatur oleh Yang Maha Mengatur. Lagian di Indonesia aja bisa pas begini. Tiang dan Niang. Kalo di bahasa sono kan bukan tiang namanya, goal posts ye kalo ga salah. So Niang, don’t worry, don’t blame your parents for giving you that name :p
Forza Milan
Milan Per Siempre

Curug Sigai, Bandung.
By depeer. Live From the bleachers.
